Selasa, 31 Mei 2016

Berbondong - bondong

Ayo berbondong - bondong ke kota
Kami ingin dicium oleh asap kota
Menghirup aroma karbon
Meramaikan jalanan yang bising
Galakkan urbanisasi

Kosongkan desa - desa
Ayo tinggal di kota
Semuanya ada dan beragam
Pelacur jalanan, koruptor berjalan hingga dakwah musiman

Tinggalkan pacul dan arit
Beralih ke tombol - tombol on off
Niscaya akan terlihat sukses

Tak ada lagi benih yang ditanam
Kita impor dari negeri miskin
Atau menciptakan beras artifisial
Melalui tombol - tombol on off

Jangan takut tidak dapat kerja
Di kota ada berbagai macam kerja
Kerja rodi, kerja paksa, kerja keras, kerja-in
Disini tidak ada pemalas
Semua pekerja keras
Tidak ada tanggal merah
Malah mereka menuntut menambah jumlah hari menjadi delapan

Tinggallah di kota
Jalan lengang dipadati
Jalan sempit disesaki
Jangan sampai ada ruang

Tidak seperti di desa
Yang sepi.

Kamis, 12 Mei 2016

Mencari - cari

Pada akhirnya kita kembali sendiri
Berjalan sendiri
Menuju apa yang dicari
Entah dipersimpangan akan berpapasan lalu menyapa
Atau membelakangi lalu mengacuhkan

Akhirnya apa yang dicari
Belum tentu akan ditemukan
Mungkin hilang atau ditelan kegelapan

Dalam pencarian : hal yang lama dan baru bisa saja ditemukan
Sedang yang dicari masih belum pasti
Lalu, sampai kapan pencarian berhenti

Disudut ruang gelap
Ada yang menunggu ditemukan

Selasa, 26 April 2016

Menjadi Manusia

Aku adalah hewan yang berjiwa manusia. Aku bisa berubah ke berbagai bentuk hewan. Hewan liar, jinak maupun buas. Aku bisa menjadi hewan apa saja tetapi jiwa ini tetap manusia. Bergerak dengan insting yang terkadang kerakusan hewaniah tidak bisa dikendalikan. Jiwa ini berakal tapi tidak dapat dikendalikan oleh insting hewani. Membunuh, mencabik, menggigit hingga pura - pura jinak telah aku lakoni dalam berbagai bentuk hewan. Aku bisa menjadi kucing pemalas dan penurut ataupun menjadi ular berbisa yang berdesis dan menerkam dengan tenang, cepat dan mematikan jika sudah menemukan mangsanya.

Kini, aku mulai bosan menjadi hewan berjiwa manusia karena terkadang aku harus memakan bangkai dan membinasakan teman sendiri hanya karena masalah daging ataupun kekuasaan tempat. Aku bosan karena aku selalu menang karena jiwa manusia ini membantuku. Aku menjadi raja hewan. Tiada tandingan dan mereka telah tunduk. Kebosanan itu yang membuat aku ingin menjadi manusia.

Aku ingin menjadi manusia karena mereka bisa berbicara ragam bahasa bahkan mereka bisa bahasa hewan. Mereka adalah makhluk sempurna dengan tubuh yang sempurna dibanding kami : hewan. Mereka punya akal sedangkan kami hanya mempunyai insting. Otak mereka digunakan untuk berpikir sedangkan kami, hanya sebagai penghias organ tubuh untuk mengikuti naluri hewan kami. Mereka terlihat ramah dan sangat menyenangkan, saling menjaga dan saling menghormati. Aku berjiwa manusia tapi terperangkap dalam tubuh hewan dan aku tidak bisa berbicara manusia karena tubuh hewan ini.

Aku ingin menjadi manusia. Andai manusia itu mendengarkanku. Aku menggonggong mereka kabur, Aku mengeong mereka beri aku susu, Aku berdesis mereka tidak peka dan ketika aku mengaum mereka bersorak. Mereka tidak mengerti yang aku sampaikan. Aku ingin menjadi manusia. Tubuh dan jiwa manusia agar aku bisa menjadi seperti mereka yang saling menghormati, menjaga dan menyayangi sesama manusia. Tidak seperti kami yang terkadang karena masalah daging sedikit bisa saling bunuh hingga meninggalkan kawanan. Aku ingin menjadi manusia : makhluk sempurna. Hewan berjiwa manusia saja iri apalagi makhluk lain.

Sabtu, 16 April 2016

Berpikir sejenak (7)

Mempunyai pendidikan tinggi tentunya menjadi sebuah impian bagi banyak orang. Ada yang sudah mencapainya dan ada pula yang sedang memperjuangkannya. Dengan mempunyai pendidikan yang tinggi juga diharapkan bisa mendapatkan penghasilan sesuai harapan karena untuk sekolah di universitas saja sudah butuh banyak biaya.

Seharusnya kita bisa bersyukur dengan mencapai pendidikan yang tinggi karena kita hanya sebagian kecil dari sekian ratus juta orang Indonesia yang masih sulit mendapatkan akses belajar dan mencapai pendidikan yang tinggi. Sayangnya sebagai manusia kita masih kurang bersyukur. Lihat saja pelajar - pelajar sekarang bagaimana perilaku mereka. Mungkin saja nilai akademis mereka baik tapi untuk attitude dan manner masih harus dipertanyakan. Banyak yang kita bisa jadikan contoh. Pejabat - pejabat yang ada di negeri ini, mereka adalah orang - orang terpelajar dan terpilih mempunyai wawasan tinggi tapi kenapa mereka melakukan korupsi? Betapa kejamnnya sebuah uang. Ia hanya benda mati tapi dapat membius dan mempengaruhi orang - orang terpelajar.

Pejabat seharusnya memperhatikan rakyat bukan diri sendiri. Ilmu yang mereka dapat digunakan untuk membodohi rakyat dengan bahasa yang tidak mudah dimengerti. Lalu bagaimana dengan attitude dan manner? Itu semua pun mulai memudar. Lihat saja perilaku para petinggi di Indonesia. Mereka malah bermewah - mewahan apalagi dengan rencana pembangunan gedung perpustakaan di DPR. Padahal di ujung negeri ini masih banyak yang buta huruf dan tidak bisa mendapatkan akses buku yang bagus.

Lantas bagaimana dengan sila kelima dari pancasila? Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Masih jauh dari itu. Kini, sebagai pemuda kita tidak bisa terus menerus mengeluhi sebuah keadaan tapi memikirkan sebuah ide untuk diterapkan agar Indonesia bisa menjadi lebih baik. Karena generasi muda adalah penerus bagi kemajuan di negeri ini. Kualitas generasi muda Indonesia sekarang bisa menjadi proyeksi bagaimana Indonesia ke depan. Sudahkah kita berpikir kesana? Di tahun dimana kita menjadi pemimpin negeri dan pengambil keputusan. Akankah kita mencontoh para penguasa saat ini?

Rabu, 03 Februari 2016

Harus Bagaimana

Sang anak bersenandung di jalan
Dengan suara yang nanar
Diiringi merdunya suara sang bunda
Sedangkan bangku - bangku sekolah sering dirindukan

Anjing dan kucing dirawat
Dimandikan sewangi perawan kota
Diberinya makan daging dan tempat buang hajat
Dibuatkannya rumah yang nyaman

Di tempat lain ada yang tidur di rumah kucing

Kemana arah semua ini
Mengapa tidak sinkron
Di pepohonan pusat kota ada anjing buang hajat

Selasa, 26 Januari 2016

Kepada Pemeluk Modal

Kepada pemeluk modal
Aku berpegang teguh
Atas jasamu aku bersungguh - sungguh
Mengabdi demi keuntungan
Menepis kerugian

Syarat dan aturan akan dipenuhi
Demi keberlangsungan untung dan untung
Jikalau rugi aku akan tetap berdiri
Asal jangan kau suruh kami duduk manis

Keselamatan kami diutamakan
Jika untung sudah datang
Tak apalah asap solder aku hirup
Aku anggap sebagai asap rokok
Asalkan istri selalu menanti
Aku akan mengabdi

Senin, 25 Januari 2016

Senandung Hujan

Mampirlah sejenak
Kau akan tahu betapa sunyinya tempat ini
Menetaplah
Kegelisahanmu perlahan akan hilang
Menginaplah sementara
Diluar hujan badai tak kunjung reda
Tinggallah
Dari sini kau akan melihat pelangi