Bumi hanya bagian kecil dari alam semesta yang begitu luas dan kita tidak tahu dimana ujungnya.
Manusia hanya bagia kecil dari bumi yang begitu luas dan kita tahu dimana batasnya.
Kebaikan, Ketulusan dan Kepedulian tidak berujung tapi,
Kebencian, Kesombongan dan Iri ada batasnya karena jika batas telah terlewati maka,
manusia hanya punya raga bukan jiwa.
Senin, 18 Mei 2015
Rabu, 01 April 2015
Musim Berganti
Seiring musim berganti
Tonggeret mulai bernyanyi
Memecah kekhidmatan senja
Menjadi ramai dan bising
Mereka seakan meneriakan sebuah suka cita
Musim telah berganti
Setiap senja
Dikala langit oranye akan berubah menjadi gelap
Di waktu itu mereka akan bersuka cita
Tonggeret sebagai penanda pergantian
Seharusnya mereka tidak pernah salah
Sejak lahir mereka diatur untuk seperti itu
Tapi sayang,
Tonggeret telah ditipu oleh fatamorgana alam
Mereka depresi karena biasanya tidak pernah meleset
Alam telah menipunya
Tonggeret pun malu
Entah kapan musim berganti
Tonggeret sudah tidak mau lagi bernyanyi
Di pergantian musim berikutnya
Di kala senja berubah warna
Tonggeret pun masih malu
Apakah senja itu oranye?
Senin, 30 Maret 2015
Menjauh
Kalau terus begini malam semakin panjang
Pagi tidak akan berani memancarkan sinarnya
Kelam
Waktu berjalan melawan arah
Malam di waktu pagi
Telah kurenungi
Bahwa esok tak jumpa pagi
Menghilang bersama waktu yang tak terbatas
Malam menjelang
Rasanya seperti pagi yang cerah
Burung berkicau dan rumput mengembun
Rasa yang hilang tapi terus menghantui
Kemana perginya pagi?
Kujelajahi setiap malam
Barangkali disitu aku menemukan pagi
Pagi tidak akan berani memancarkan sinarnya
Kelam
Waktu berjalan melawan arah
Malam di waktu pagi
Telah kurenungi
Bahwa esok tak jumpa pagi
Menghilang bersama waktu yang tak terbatas
Malam menjelang
Rasanya seperti pagi yang cerah
Burung berkicau dan rumput mengembun
Rasa yang hilang tapi terus menghantui
Kemana perginya pagi?
Kujelajahi setiap malam
Barangkali disitu aku menemukan pagi
Senin, 23 Maret 2015
Kesana
Aku akan pergi kesana
Loh, mengapa tidak kesini?
Aku tidak bisa
Kesini bersamaku?
Aku tidak kesini, aku kesana
Lalu?
Sampai bertemu di tempat yang sama
Loh, mengapa tidak kesini?
Aku tidak bisa
Kesini bersamaku?
Aku tidak kesini, aku kesana
Lalu?
Sampai bertemu di tempat yang sama
Minggu, 01 Maret 2015
Isyarat Rindu
Sekarang aku akan pergi
Besok kita jumpa
Di tempat yang kita janjikan
Di belakang laut
Di depan hutan
Temui aku di tengahnya
Pergilah di siang hari
Karena matahari akan menuntunmu
Beristirahatlah saat malam tiba
Bulan dan bintang akan mengobati lelahmu
Bangunlah di pagi hari
Dinginnya air akan menghidupkanmu
Berjalanlah
Saat kau merasa masih jauh
Berlarilah
Saat kau merasa sudah dekat
Berhentilah
Saat kau merasa sia - sia
Jangan temui aku di siang hari
Kau hanya akan menemukan bayanganku
Jangan temui aku di malam hari
Hanya jejakku yang akan kau temui
Jangan temui aku di pagi hari
Karena aku baru saja beranjak
Temui aku di senja
Dimana langit berganti warna
Saat matahari pura - pura tiada
Dan bulan seakan bercahaya
Berhentilah
Kau tidak akan sia - sia
Selasa, 17 Februari 2015
Berpikir Sejenak (2)
Di negara maju sudah berpikir bagaimana asal mula adanya kehidupan. Dari teori big bang hingga teori evolusi yang penuh dengan kontroversi. Hingga seorang scientist berpendapat bahwa "tubuh kita adalah sebuah galaksi mini."
Disini, di negaraku masih berpikir bagaimana menjadi seorang penguasa. Dari kepala desa hingga kepala negara. Hingga seorang scientist berpendapat bahwa "tubuh kita adalah sebuah galaksi mini."
Seluas itukah pemikiran seseorang yang berada di negara maju? Sesempit itukah pemikiran di negaraku ini?
Bukankah kita semua sama. Diciptakan dengan dibekali akal bukan insting.
Hidup terlalu singkat untuk mencari kuasa, terlalu lama untuk berkuasa.
Hampir jutaan tahun untuk bumi berubah sampai sekarang ini. Berbagai kehancuran dan kerusakan pernah ia alami. Pernahkah kita berpikir? Berapa lama kita bisa berubah? Menerima kekalahan dan keterpurukan untuk bangkit lalu maju ke depan.
Bukankah seorang scientist pernah bilang bahwa "tubuh kita adalah sebuah galaksi mini"
Lalu sesulit itukah?
Disini, di negaraku masih berpikir bagaimana menjadi seorang penguasa. Dari kepala desa hingga kepala negara. Hingga seorang scientist berpendapat bahwa "tubuh kita adalah sebuah galaksi mini."
Seluas itukah pemikiran seseorang yang berada di negara maju? Sesempit itukah pemikiran di negaraku ini?
Bukankah kita semua sama. Diciptakan dengan dibekali akal bukan insting.
Hidup terlalu singkat untuk mencari kuasa, terlalu lama untuk berkuasa.
Hampir jutaan tahun untuk bumi berubah sampai sekarang ini. Berbagai kehancuran dan kerusakan pernah ia alami. Pernahkah kita berpikir? Berapa lama kita bisa berubah? Menerima kekalahan dan keterpurukan untuk bangkit lalu maju ke depan.
Bukankah seorang scientist pernah bilang bahwa "tubuh kita adalah sebuah galaksi mini"
Lalu sesulit itukah?
Senin, 16 Februari 2015
Muak
Mereka yang membakar uang
Merelakan si 4 bulan menghirup harumnya uang terbakar
Mengiris kertas bergambar bung karno dan bung hatta
Hanya untuk membuncitkan perut yang kekenyangan
Memamerkan kejayaan
Keprihatinan hanyalah prihatin
Amuk..
Setiap pendapat adalah kebenaran
Lain pendapat adalah kesalahan
Semua benar
Semua salah
Muka..
Kesan pertama selalu mengesankan
Membunuh karakter itu yang utama
Biarkan figuran yang bermain di depan
Tokoh utama dibelakang layar
Kamu..
Seperti cuaca sekarang ini
Tidak menentu dan tidak akan pernah tahu
Langganan:
Postingan (Atom)