Saat mulut tidak bisa lagi berucap, hanya bisa membiarkan mata ini yang membantu untuk berbicara. Kala waktu berselang, mata tak lagi bisa berbicara hanya tubuh yang bisa diandalkan untuk berbicara. Berbicara cara untuk menatapmu tidak semudah menatap mata kucing yang menyala di malam hari. Terdiam adalah hal yang paling terbaik untuk menghadapimu. Aku tak ingin salah dalam berucap walau kadang otak dan mulut suka bermusuhan tapi mereka suka mengerti diri ini. Kalau memang telepati itu ada, aku lebih memilih untuk belajar telepati sampai bertahun - tahun agar aku berani berbicara. Kalau saja berbicara tidak mengeluarkan suara aku akan berbicara dengan lantang. Kalau saja waktu bisa berbicara, mengabarkan kalau besok atau lusa adalah waktunya untuk berbicara, tidak peduli suara ini jelek atau sumbang, aku akan berbicara dengan lantang.Mengandaikan benda mati menjadi benda hidup dan bisa berbicara mengabarkan setiap berita yang ada. Bagaikan hidup di dunia animasi. Ingin rasanya merasakan tinggal di dunia animasi. Hidup dengan penuh imajinasi dan khayalan tinggi, tidak perlu untuk jatuh karena ketika jatuh kita bisa melayang tinggi kembali, bahkan tidak bisa kembali.
Kalau memang hewan bisa mendengarku berbicara, sepertinya aku harus membeli sebuah binatang peliharaan untuk diajak berbicara, bukan dipelihara. Hanya membiarkan dia bebas dan membiarkan dia mau mendengarkan. Banyak orang berbicara tapi sedikit yang ingin mendengar. Padahal, kuping jumlahnya lebih banyak dari mulut, mungkin itu mengapa Tuhan menciptakan kuping lebih banyak, supaya bisa lebih banyak mendengarkan.Dengar lalu lakukan. Mungkin itu apa yang Tuhan lakukan. Dia jarang berbicara malah banyak mendengar keluh kesah dan kadang kegembiraan yang kita dapatkan. Apakah ada orang yang pernah mendengar Tuhan berbicara? Dia hanya mendengarkan. Merasa malu karena tidak bisa berbicara dengan hebat tapi harus lebih malu lagi kalo tidak mau mendengarkan orang yang berbicara bahkan bukan orang hebat sekalipun. Walaupun sepele, sepertinya itulah yang harus dilakukan. Dengan mendengar kita bisa merasa, dengan mendengar kita bisa membaca, dengan mendengar kita bisa tahu dan dengan mendengar kita bisa dihargai.
Senin, 18 Maret 2013
Minggu, 10 Maret 2013
Rasa
Bersamamu
adalah keindahan yg tidak bisa dilukiskan oleh siapapun bahkan davinci
sekalipun dia tak akan bisa. Tidak bisa diterjemahkan dalam kata-kata puitis
bahkan kahlil gibran pun tidak akan bisa.
Tidak ada
yg bisa mengerti,hanya aku dan kamu karena kita tidak berbicara bahasa, kita
berbicara dengan rasa. Bersamamu, rasa ini menjadi bahasa untuk berbicara.
Bahasa rasa ini hanya bahasa kita.
Dendam
Kalau
dendam masih ada lebih baik tidak usah ada rasa
Kalau
dendam masih ada lebih baik mati saja
Kalau dendam
masih ada dia lebih buruk daripada binatang
Kalau
dendam masih ada dia lebih bau dari bunga bangkai
Kalau
dendam masih ada hidup tidak akan bisa tenang
Kalau
dendam masih ada..
Lebih baik
memaafkannya
Menatap
matamu dengan dalam bagaikan menyelami sebuah palung yg paling dalam dan
didalamnya terdapat ikan-ikan yg indah dan mempunyai bentuk yg unik dan juga
semakin dalam semakin jernih sehingga sulit untuk kembali ke permukaan. Aku
mati dalam tatapanmu.
Rabu, 27 Februari 2013
untitled
Tanpa Judul
Apa
pentingnya sebuah judul jika tidak ada isinya?
Jika memang
dengan adanya judul mereka akan mengerti sebuah isi
Apa
pentingnya sebuah judul?
Jika isi
tidak sesuai dengan judul
Apa
pentingnya sebuah judul?
Jika mereka
tidak membacanya bahkan melupakannya
Bukankah
itu hanya perenyah
Seperti
sebuah MSG yg merenyahkan semangkuk mie ayam
Tanpa judul
kamu akan tau sebuah isi
Tanpa judul
kamu akan terkejut
Tanpa judul
sebuah isi akan tetap sama
Tanpa judul
aku menunggumu
Terima Kasih
Terima
kasih
Karena telah
menyakiti
Terima
kasih
Karena
telah mrngkhianati
Terima
kasih
Karena
telah pergi
Terima
kasih
Karena
telah mengasihani
Terima
kasih
Karena
telah mengingkari
Terima
kasih
Karena
telah bermimpi
Terima
kasih
Karenamu
aku bisa berdiri
Terima
kasih
Kamu telah
mendewasakanku
Terima
kasih
Karenamu
aku bahagia
Masih (menanti)
Masih
terasa beku disini
Ingin
mencairkannya
Masih
terasa panas disana
Ingin
menyejukannya
Masih
terlalu lama dipendam
Masih
terlalu cepat untuk dibuka
Masih
sendiri disini
Masih
terasa sakit disini
Masih
mencoba bertahan
Ingin
rasanya berpegangan
Tapi aku
takut melepaskannya
Ingin
rasanya bersentuhan
Tapi aku
takut melukainya
Masih jauh
perjalanan ini
Masih
banyak jalan yg berliku
Cepat atau
lambat
Membiarkan
sebuah penantian
Bingung
Masih banyak
yg harus diungkapkan
Rasanya
sudah tak berasa
Rasanya
sudah membusuk dan membau
Masihkah
rasa ini?
Meniti
sebuah benang tidak semudah menapaki sebuah kehidupan yang selalu naik turun.
Entah cobaan atau siksaan mungkin itu persepsi masing-masing. Melihat keatas
ketika dibawah itu menyenangkan, ada sebuah hasrat ingin mencapainya untuk
memuncakinya. Kadang ketika sudah diatas dan menikmati keindahan yg
didapat,kita terlalu takut untuk melihat kebawah lagi, dimana tempat kita
berasal. Takut untuk terjatuh dan tak bisa kembali lagi sampai puncak.
Bagi yg
takut,lebih mencari tempat aman yg berada diantara ketinggian dan kerendahan.
Takut untuk mencapai puncak, takut untuk jatuh.
Menjadi
anak-anak lebih menyenangkan daripada menjadi orang dewasa. Lebih berani dan
lebih menikmati hidup. Berani untuk jatuh dan mencoba untuk berdiri. Padahal yg
anak-anak ketahui tidak ada,mereka hanya mencoba.
Hidup tidak
serumit rumus relativitas juga tidak serumit pemikiran pembuat rumus tersebut.
Hidup terlalu simple untuk dijalani. Hidup menjadi indah ketika diarungi karena
dengan jalan itu terlalu mudah.Walaupun sepertinya mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda.
Tidak salah
jika jalanan diarungi,tidak salah jika laut dijalani. Biarlah hidup ini hidup agar bisa
hidup dalam sebuah kehidupan.
Rabu, 20 Februari 2013
Menanti
Padi yg
menguning
Aku masih
bersamanya sejak ia masih hijau kecil
Berharap
mendapat sebuah cerita
Hanya hama
yg aku dapat
Menggerogoti
tiap batang sampai rapuh
Tidak
pernah merasa sekesal ini
Entah harus
sampai kapan
Rasa ini
selalu menanti
Sudah
terlalu parah hingga diujung kepala
Aku sudah
terkena perangkapmu
Aku tidak
bisa lepas
Hanya kamu
yg bisa
Mengambil
atau melepaskan perangkap ini
Aku hanya
bisa menanti
Mata hati
Aku tidak
bisa melihat tapi aku bisa merasa
Aku berbeda
dengan mata yang lainnya
Aku lakukan
apa yg aku rasa
Terkadang
mata ini lebih baik daripada mata yg lainnya
Mata ini
menjadi penunjuk jalan yg lebih baik
Ke jalan yg
bagus ataupun jelek
Mata ini
tidak pernah salah
Yg salah
adalah pemilik mata ini
Sang
pemilik memang selalu begitu
Mata hati
Merasakan
dengan rasa
Rasakan apa
yg dirasa
Sebuah Cerita
Ijinkanku
bercerita
Kisah
tentang dia yg kupuja
Kerlip
matanya yg indah
Membuat
bintang menjadi iri
Suaranya yg
merdu
Bagai
nyanyian burung di pagi hari
Rasa iri
selalu menghampiri
Tak
pernah memaki
Walau
kadang ada rasa benci
Ingin
rasanya mengakhiri
Biarkan
malam hidup
Meninggalkan
matahari yg mengumpat
Mengasihani
sang bulan
Tak pernah
ia sesenang ini
Menari
bersama awan
Pagi
menjelang
Malam
menghilang
Hidup dalam
kesemuan
Mencoba
kekekalan
Tidak ada
yg abadi
Yang abadi
tidak akan pernah ada
Hey Laut!
Hey laut!
Aku tahu
kamu hanya bisa bergemuruh
Memecah
karang tak bersalah
Lalu
meninggalkannya begitu saja
Tapi
gemuruhmu tidak bising
Tidak
memekakan telinga
Bisa
menenangkan
Hey laut!
Kamu
terlalu luas utk aku arungi
Terlalu
berbahaya untuk aku selami
Tapi
terlalu indah untuk aku akui
Hey laut!
Jangan suka
marah
Kamu
terlalu mengerikan
Aku lebih
suka kamu tenang
Jangan suka
marah kepada kami
Hey laut!
Kalau saja
kamu tidak ada
Dunia ini
terasa kering
Hey laut!
Biarlah
kamu membasahi hidupku
Menerjang
dan memecah
Lalu
diam-diam menenangkan
Selasa, 12 Februari 2013
Penasaran
Dimensi
antah berantah
Antara jiwa
dan raga
Sebuah
janji yg disepakati
Diingkari
oleh sebuah ucap
Terbangkan
aku ke angkasa
Biarkanku
melayang-layang
Melepas
setiap resah
Berteriak
ku tak bisa
Inilah
cekikan angkasa raya
Dalam jiwa
aku berkelana
Mencari
sebuah makna
Aku tak
akan berhenti membayangimu
Dalam
sebuah rindu
Bianglala
Ku duduk
terdiam
Membawaku
naik turun di gelapnya malam
Tak ada
bintang hanya ada bulan
Mereka
sedang bermusuhan
Kerlap
kerlip lampu
Mewarnai
gelapnya malam
Aku dibawa
berputar bersama bianglala
Rasanya
baru kemarin kesana
Kini
kerlipnya hilang
Hanya
berputar seperti biasa
Bulan dan
bintang pun sudah baikan
Bianglala
tetap bianglala
Ia tidak
berubah
Hanya malam
yg membuatnya hidup
Mini Sooper Reuni
Dalam
geliat kata
Ada tawa yg
terlepas
Disetiap
canda
Ada rindu
yg tercurah
Perdebatan
dimulai
Pendewasaan
berproses
Dikeputusasaan
ada kebersamaan
Selalu ada
kata lelah tapi selalu ada kata menyemangati
Setiap
keluhan yg terucap
Terbantah
oleh usaha keras
Sedikit
berdebat perbanyak melangkah
Tak perlu
ada rahasia diantara kita
Biarkan
alam memberi cerita
Kami pasti
akan bercerita
Bersama
Berbeda
dalam kebersamaan
Sebuah
penyatuan visi
Meretas
menjadi misi
Menuju
keindahan
Alam yg
hidup tidak pernah membenci manusia
Memintal
benang kehidupan
Merajut
baju nusantara
Menikmati
hamparan bintang di langit
Beralaskan
pasir ditengah deburan ombak
Malam yang
panjang
Malam yg
malang
Pagi yg
indah
Pagi yg
lelah
Bersama
rasa merangkai asa
Bersama
cita penuh makna
Bersama
kita berbeda
Bersama
kita sama
Langganan:
Postingan (Atom)