Selasa, 02 Agustus 2011

Next Day

Hari ke-2

Setelah insiden kemarin gw pun bertanya-tanya pada orang-orang sekitar apa sebenarnya niat dokter tersebut melakukan hal itu pada diri gw dan teman-teman gw yang lain yang jelas tidak bersalah. Setelah mendapat infonya ternyata eh ternyata itu untuk mengecek testis kita turun berok atau tidak. Gw juga kurang tau sih apa itu turun berok tapi menurut kuping yang gw denger dari sana sini turun berok adalah peristiwa dimana testis kita mengalami penurunan atau gw menyebutnya kondor atau turun. Dokter itu mengecek turun berok karena disini ternyata jika kita lulus dan menjadi siswa baru kita akan melewati hari-hari yang melelahkan dengan setiap hari berlari. Gak bisa dibayangin kan kalo yang turun berok nanti diterima terus lari, testisnya goyang kesana kemari dan mungkin yang lebih parah bisa terjadi jatuhnya testis ketika kita berlari. Kalian gak mau kan itu terjadi? Berterima kasihlah kepada dokter tersebut karena ia telah mengecek kita turun berok atau tidak.

Tes hari ini adalah tes psikotest atau bisa dibilang tes kejiwaan. Ya ini semua menyangkut tentang logika kita masing-masing untuk menjawab soal-soal yang diberikan. Tapi,soal tersebut sangat banyak. Yah, 200 soal seinget gw. Gw pun mengerjakan dengan serius. 1 jam kemudian, muka gw dah kusut dan teman-teman gw yang laen pun terlihat sama. Ada yang sambil duduk dibawah,sambil jongkok,sambil nungging, pokoknya semua gaya ada diruangan ini tergantung mereka gimana enakya mengerjakan soal tersebut. Gw pun cukup dengan gaya duduk mengerjakan soal tersebut dengan santai. 2 jam kemudian, tangan pegel-pegel mata merah karena kecapekan lihat soal-soal yang rame. Gw pun mencoba melihat sekeliling dan ternyata gw pun mendapat pemandangan yang indah dimana cewek cakep pake rok pendek dengan paha mulus dan terlihat halus sekali. Mata gw pun jadi segar kembali dan gw pun kembali semangat mengerjakan soal-soal tersebut. Setelah hampir 3-4 jam lebih kita semua mengerjakan soal tersebut akhirnya selesai juga. Karena gw sudah selesai melakukan semua tes gw pun pergi ke asrama dan berniat untuk istirahat sedangkan yang lain masih sibuk dengan tes kesehatan karena mereka ada yang belum mendapat giliran.

Hari ke-3

Hari terakhir gw menginap disini untuk melakukan tes agar gw bisa diterima di sekolah ini. Ya, tes kesemaptaan adalah tes yang paling ditunggu dan paling melelahkan. Gw pun malas untuk melakukannya karena ini pasti akan sangat lelah. Tes kesemaptaan tersebut pun terdiri dari lari, sit up dan push up. Gw pun tidak yakin dengan sit up ataupun push up karena gw tidak terlalu kuat untuk melakukan itu semua. Yang bisa diandalkan hanyalah lari. Yah, bisa dibilang kalau soal lari gw cukup kuat walaupun masih bisa dibalap sama kura-kura bayi yang baru belajar jalan.

Tes kesemaptaan pun dimulai dengan teriknya matahari dan sangat panas menurut gw. Gw pun mendapat giliran sekitar jam 10an jadi gak panas banget deh waktu gw lari. Kita semua lari di lapangan sepak bola yang cukup besar dan disana sudah disiapkan track untuk kita semua berlari.

Gw pun dengan calon siswa yang lain memulai dengan berlari dengan sekuat tenaga. Kita semua akan berlari selama 12 menit dan menempuh jarak 200 meter. Gw dengan semangat juang yang tinggi terus berlari dengan sekuat tenaga. Teman-teman gw sudah mulai bertumbangan satu per satu dan gw masih semangat untuk terus melaju dengan konsisten. Abang-abang dan teteh-teteh yang ada disana juga ikut menjagokan kita semua dan mereka pun layaknya sedang menonton pacuan kuda yang sedang berlari, mereka menaruh taruhan untuk jagoan mereka masing-masing. Dan gw termasuk yang paling dijagokan sama mereka. Karena gw sedang memimpin pada lari tersebut dan gw akan berusaha sekuat tenaga untuk terus berlari sampai waktu habis. Ketika waktu abis muka gw merah,keringat bercucuran dan lidah menjulur, nafas gw pun memburu. Gw tergeletak seketika di lapangan tersebut selama beberapa menit untuk memulihkan kondisi.

Tidak menungu waktu lama, tes push up pun diadakan dan gw masih lemes gara-gara lari tadi. Gw melakukan push up dengan menggoyangkan pantat gw keatas dan kebawah layaknya artis bintang porno sedang melakukan hubungan seks dan gw pun berteriak ‘aaaaaahhh, yeaaaaaaah’. Sukses push up dengan gaya bintang porno tersebut gw melanjutkan sit up. Gw sit up dengan sekuat tenaga walau tubuh ini sudah tidak berdaya lagi melakukan semuanya gw pun tetap berusaha keras. Sit up berhasil gw lalui dengan perut keram.

Minggu, 31 Juli 2011

Tes, Tes dan Tes

Tes, Tes dan Tes

Hari ke-1

Sebelumnya gw pun telah mempersiapkan diri untuk membuat diri gw siap mengikuti tes-tes yang akan gw lalui disini. Karena disini pun gw akan mengikuti 5 tes yang sangat berat bagi gw(gak tau deh yang lain gimana). Tes awal gw adalah tes akademik,lalu wawancara,kesehatan,psikotest dan terakhir yang membuat gw benar-benar malas menjalankannya dan akan membuat gw sangat lelah adalah kesemaptaan atau tes fisik. Ketika tes akademik dimulai,gw dengan santai dan pedenya mengerjakan soal-soal tanpa beban sedikitpun. Oiya gw dengan para calon siswa yang lain pun ditempatkan di sebuah GOR yang cukup untuk menampung kita semua dan di dalam GOR tersebut ternyata digunakan sebgai tempat latihan futsal dan gw pun jadi tambah semangat untuk bisa masuk sekolah ini karena gw suka banget olahraga apalagi futsal. Karena melihat pemandangan tersebut gw jadi mengingat ketika gw SMP dulu,ketika gw mengikuti ekskul futsal.

Ketika masuk SMP pertama kali gw langsung memilih ekskul futsal sebagai pengisi waktu luang gw yang biasanya gw isi dengan menonton tv dan hal yang gak berguna sama sekali,seperti :gangguin adek gw yang lagi tidur,maen bola di dalem rumah(gak kebayang kan?)dan gw buat pintu rumah gw jadi gawangnya dan gw buat kursi-kursi di rumah disusun sejajar dan gw layaknya pemain bola professional mencoba menggiring bola tersebut dan melewati kursi-kursi tersebut lalu dengan sedikit gaya samba kursi-kursi itu sukses gw lewati lalu gw tendang bola tersebut sekuat tenaga kearah gawang(baca:pintu) dan tendangan gw pun sukses mengenai samping pintu tersebut dan setelah itu mengenai gelas yang ada di meja makan,gelas itu pun pecah,gw pun terdiam, tercengang melihat tendangan gw dan gw pun sukses dimarahin abis-abisan ma nyokap. Nyokap pun memarahi gw di depan muka gw langsung dengan ludah yang muncrat kesana kemari hingga mengenai wajah gw ya rupawan ini,setelah selesai diberi ludah(baca:dimarahin)gw pun langsung mandi wajib(kayak abis mimpi basah aje).

Itulah kenapa gw disuruh nyokap suruh cepet-cepet ikut ekskul futsal. Setelah gw masuk sekolah tersebut gw pun memulai debut pertama gw untuk latihan futsal dan gw cukup antusias banget. Gw pun dengan temen-temen gw yang laen memulai latihan pertama kali dan gw kira tuh pelatih emang bener-bener pelatih yang biasa ngelatih di bidang sepak bola,tapi sekolah gw malah memanggil seorang penjaga sekolah dan dia dijadikan pelatih buat kita semua. Gw pun cukup bingung dengan keanehan semua ini. Sekolah gw gak jelek,sekolah gw gak miskin,tapi, kenapa pelatih futsal dari penjaga sekolah??? Setelah diteliti ekskul futsal di sekolah gw adalah ekskul yang baru,jadi sekolah gw kayak males atau emang pelit gitu buat ngeluarin biaya. Uang selalu jadi masalah dalam kehidupan. Gak Cuma cinta yang bisa butain tapi uang lebih bisa butain daripada cinta. Back to topic.

Tes akademik dimulai dari pagi sampe siang dilanjutin tes wawancara dan kesehatan. Itu semua dibagi-bagi dan terpisah dan gw pun dapet kesempatan buat wawancara dulu. Oke,tes wawancara gw gak tau harus ngomong apa. Gw Cuma bisa nyiapin mental gw supaya gw bisa ngomong dengan lancar di depan pewawancara tersebut. Ketika sambil menunggu dengan prej gw pun bertemu teman baru. Dia Yoga. Berasal dari Bengkulu. Setelah ngobrol banyak dan cukup deket dia pun langsung berceloteh dengan kata-kata bokepnya. Yang dia ceritakan kepada gw dan prej bahwa dia dari TK udah dicegokin nonton film porno, gw dan prej saling berpandangan,kita pun berciuman(lho,lho,lho?). Gw ma prej kaget dan gak bisa berkata apa-apa. Malang nian nasibmu nak sudah kecil nonton film porno sudah besar buat film porno yah?
Setelah berbincang-bincang nomor peserta gw pun dipanggil dan gw pun siap diwawancara. Layaknya peserta Indonesian idol gw pun membuka pintu dengan perlahan dan gw pun siap menyanyikan lagu diobok-oboknya Joshua.(lho?) Di dalam GOR tersebut sudah diubah dari untuk tes akademik menjadi tes wawancara yang didalamnya ada banyak sekali pewawancara yang siap mewawancarai kita semua disini. Gw pun mendapat pewawancara yang kepalanya botak tapi masih ada rambut-rambut gitu disamping rambutnya
kayak heihachi di tekken.

Masih seperti Indonesian Idol gw pun setelah selesai, keluar melewati pintu dengan membukanya secara perlahan dengan muka serius gw pun keluar dengan mulut dan bibir jadi dower gara-gara lagu diobok-obok tadi mulut gw pun diobok-obok oleh para juri dengan puasnya. Wawancara pun selesai dan gw pun pamit duluan ma Prej dan Yoga untuk pergi menuju KSA. KSA itu adalah tempat bagi para siswa yang sedang sakit atau penyakit menular agar dirawat disana dan kepanjangannya adalah Kamar Sakit Asrama. Ternyata perjalanan dari GOR menuju KSA jauh banget. Dari ujung ke ujung. Capek banget dah pokoknya. Gw pun langsung duduk dan menunggu giliran lagi untuk dipanggil giliran.

Setelah cukup lama menunggu gw pun akhirnya dipanggil. Gw pun gak tau apa yang akan dokter tersebut lakukan pada diri gw. Tapi,menurut rumor yang beredar testis(baca : biji pada alat kelamin) kita akan dipencet-pencet sama tuh dokter. Nih dokter apa penjahat kelamin sih? Jadi ngeri deh gw dengernya. Tapi,gw pun sudah terpaksa memasuki ruangan tersebut dan dokter pria itu menyuruh gw berbaring diatas kasur pasien,gw disuruh membuka pakaian gw,celana,boxer,kaus kutang gw,dan CD gw pun dilepas perlahan oleh dokter tersebut (kok jadi kayak kasus pencabulan gini ya?). Gw pun diperiksa dari mata,kuping,hidung,mulut dan ketek gw pun juga diperiksa. Gak tau deh mau ngapain ma ketek gw kalo gak tuh dokter bakalan mau muntah ngecek ketek gw. Nah,ini nih yang ditunggu-tunggu. Dokter itu pun menyuruh gw dengan posisi sit up dan tangan dokter itu pun mulai menggerayangi testis gw,gw gak tau maksudnya apa dia berbuat seperti itu dan gw pun bergelinjang kegelian setelah digerayangi oleh tangan kotor sang dokter. Gw pun keluar dengan lemas dari ruang tersebut. Shock atas perlakuan dokter tersebut pada diri gw yang masih lugu dan perjaka ini.

Senin, 11 Juli 2011

THE BEGINNING

Gua udah lama banget nih ga posting lagi. Gua juga udah ga ada kerjaan (pengangguran) setelah lulus SMA bulan Juni kemaren. Sekarang kerjaan gua adalah gak ada kerjaan. Kuliahan blom dapet dan masa depan gua nampaknya akan tampak suram jika ujian yang telah gua tempuh tidak mendapatkan hasil. Gua cuma mau naroh tulisan gua yang udah lama gua tulis dan baru gua kasih liat ke beberapa orang aja. Sekarang sih niatnya mau ngasih liat tulisan gua ke lu semua (yang mau liat). Semoga aja jadi inspirasi atau caci maki buat para pembaca blog gua. Yaaa enjoy aja deh. :) Oiya,difollow ya atau ga dikomen deh. Di twitter gua juga bisa kok @danangalf.

The Beginning

Dengan tampang planga plongo gw dengan nyokap memasuki sebuah sekolah yang terlihat kecil dari pintu masuk tapi pas di dalemnya,beuh luas banget dah pokoknya. Gw dengan setelan celana pendek ada robek-robeknya dikit lalu kaos putih dengan sandal jepit memasuki sekolah dengan pedenya. Lalu dengan tiba-tiba terdengar suara celetukan dua orang cowok dan cewek yang gw kira sih mereka kakak kelas gitu. Dan gw pun mendengar percakapan mereka berdua kalo mereka ngomongin gw yang make celana pendek ini. Mungkin dari beberapa siswa yang masuk ke sekolah ini make celana panjang semua kecuali gw. Pantesan gw diliatin n diomongin ma tuh kakak kelas. Lalu gw ma nyokap masuk ke ruangan gitu dimana barang-barang bawaan gw dikumpulin dulu abis itu sebelum maghrib dibawa ke tempat tujuan.

Yaitu asrama. Gila yeee mau masuk sini aje harus nginep dulu di sekolahan,mana ada coba sekolah laen mo tes masuk nginep dulu di sekolahan, yang ada juga tar lu jadi kayak penjaga sekolah dah suruh jagain sekolah. Setelah pengumpulan barang-barang selesai gw dan nyokap pun berpamitan walau agak sedih sih die ninggalin gw selama 3 hari di sekolahan asrama ini buat tes. Lalu gw bersama anak-anak yang laen bergerak dengan sekuat tenaga menuju asrama yang dituju. Ternyata tuh asrama jauh juga yee,harus jalan trus tanjakan lagi jalanannya padahal di samping jalan yang panjang itu terdapat beberapa anak tangga yang siap untuk kita-kita yang baru dateng. Pas gw liat asramanya ternyata gede juga yee, berlantai 4 di depan asrama tersebut terdapat beberapa tiang restock untuk latihan dan juga di belakang asrama tersebut terdapat jemuran untuk ngejemur pakaian dll. Setelah capek naek ke asrama dengan membawa beban barang-barang yang gak berat (baca : berat bangeet) gw pun menancapkan gas menuju tempat buat gw tidur disini selama 3 hari. Yang mencengangkan buat gw yaitu tempat tidur gw berada di lantai 4. Aaaarggghhh tidaaaakk. Dengan mata melotot dan mulut menganga kayak ikan koi lagi napas gw pun pasrah dengan keadaan seperti ini. Demi masa depan yang baik gw harus semangat untuk menuju lantai 4. Gw pun berlari sambil membawa barang-barang dan gw terobos orang-orang yang ada di depan gw. Kayak Rossi lagi nyalip lawan-lawan di depannya. Set, set, set, set(dengan efek suara moto GP lagi balapan) dan tiba-tiba gw terhenti oleh sebuah tembok cina yang gede banget,tepatnya anak gendut yang gendut banget badannya sampe-sampe tempat naek tangga jadi macet gara-gara die. Dan gw pun mencoba inisiatif diri untuk menembus tembok cina itu, dengan tas koper yang gede gw pegang di depan dada lalu gw mencoba mencari ancang-ancang untuk membantu kecepatan lari gw agar bisa menembus si gendut itu. Dengan sekuat tenaga dan gw pun udah siap gw pun langsung menancapkan gas untuk menembus si gendut itu. Lalu setelah gw bergerak dengan sekuat tenaga gw tubruk si gendut itu dengan bantuan dua koper besar yang gw pegang di depan dada gw dan akhirnya gw pun berhasil menyingkirkan si gendut itu dari tangga. Lalu anak-anak laen pun bersorak kegirangan kayak lagi nonton persib pas ngegolin lawan musuh, karena si gendut lamban itu akhirnya terjatuh juga dan kita pun bisa melanjutkan ke lantai berikutnya gw pun langsung bergegas melarikan diri dari si gendut dengan lari secepat kilat kayak the flash lagi dikejar-kejar anjing depan komplek.

Setelah insiden tersebut gw pun langsung sampai di lantai 4 dimana tempat tersebut adalah tempat untuk gw dan anak-anak yang laen tidur dan menginap selama 3 hari. Di lantai tempat tersebut ada dua tempat yaitu di kiri dan di kanan gw pun memilih ruangan yang ada di kiri dan tempat tersebut seperti ruangan kelas yang sepertinya untuk siswa-siswa belajar. Setelah memasuki ruangan tersebut alangkah terkejutnya gw melihat banyaknya kasur yang akan gw tempatin. Dan kata binsisnya satu kasur untuk 3 orang. Binsis adalah orang yang menjaga asrama agar tentram , aman, dan nyaman bagi para penghuninya. Tapi, karena temen-temen gw pada gak tau manggilnya apaan mereka menyebutnya dengan panggilan “om”. Gw pun langsung menempati kasur tersebut dan langsung saja gw tempatin kasur yang di tengah-tengah. Gw pun jadi semakin shock ketika melihat si gendut dengan mukanya yang kayak babi abis dipanggang +keringet yang baunya udah susah dideteksi pake indra penciuman gw. Akhirnya dia pun sukses menuju kasur yang ada di tengah dan dia akan satu kasur sama gw dengan satu teman yang lain. Gw pun hanya pasrah terdiam bakalan sekasur dengan si gendut.

Malam pun tiba si gendut tiba-tiba saja menjelma menjadi seorang babi ngepet dan gw membantunya untuk menjaga lilinnya agar dia bias selamat dalam menjalankan aksinya selama dia menjadi babi ngepet.(lho?) salah cerita nih. Ketika malam tiba kami semua menuju ruang makan sekolah tersebut dengan dibantu para om-om kayak lagi ngegiring kambing. Gw pun bersama teman yang lain memasuki ruangan tersebut yang terlihat banyak banget plato. Plato adalah tempat buat makan yang terbuat dari stainless steel gt kayak di ABRI-ABRI. Karena gw pun laper dah gak dikasih makan ma nyokap gw daritadi siang dan gw pun ditelantarkan disini. Gw pun makan dengan buasnya kayak buaya lagi makan daging yang dilemparin ama Rob Bredl, itu tuh yang di acara killer instinct. Nasi gw ambil sebanyak 4 centong lalu tanpa basa-basi langsung gw lahap. gw makan dengan ayam +sayur +buah pisang. Sayurnya gw tumpahin semua ke nasi tersebut dan gw aduk-aduk pake tangan, (lho?) ya gaklah pake sendok gw aduk tuh campuran nasi dan sayur. Tangan kanan gw memegang sendok tangan kiri memegang ayam dan kaki kiri gw naek satu di kursi sambil ngunyah dengan bunyi makanan yang berisik dan membuat orang jadi jijik ngeliat gw,dianggap gw kayak gelandangan yang baru dapet makan dari seorang konglomerat(ini lagi di ruang makan apa lagi di warteg si nih orang). Setelah abis gw lahap semua gw pun langsung menuju ke pisang,makanan penutup gw. Gw makan pisang tersebut kayak bintang bokep lagi ngemut-ngemut tuh punya barang pria. Gw pun menikmati emutan gw terhadap pisang tersebut sambil mata gw merem melek.(kayak abis diapain aja nih orang). Setelah makanan semua selesai gw pun kekenyangan sambil megangin perut gw yang udah buncit gara-gara banyak banget makanan yang masuk ke tubuh gw. Lalu tiba-tiba mulut gw gak tahan untuk melepaskan sendawa yang sangat kencang diikuti suara kentut yang nyerempet tai dari pantat gw yang membuat bau kentut gw kayak orang yang gak boker selama 1 bulan.(beuh baunya minta ampun daah gak bisa dibayangkan). Aaaaaahhhhh legaaaanyaa.

Oiya gw lupa untuk menceritakan temen gw dari Tangerang juga yang mau bersekolah disini dan dia pun satu sekolah ma gw. Waktu gw dateng ma nyokap gw pun bertemu temen gw itu di dalem ruangan buat menyimpan barang-barang bawaan kita selama 3 hari menginap di sekolah ini. Temen gw ini namanya Abdi Praja. Yang gw aneh dari nama tersebut adalah dari namanya yaitu Abdi Praja. Abdi dalam bahasa sunda itu saya dan Praja adalah sebutan seperti taruna di AKMIL tapi kalo Praja di IPDN. Mungkin orang tuanya ingin anaknya melanjutkan sekolahnya ke IPDN. Temen gw badannya gede banget trus kepalanya botak dan juga dipenuhi bulu-bulu halus di tangan,kaki dan dadanya.(ni orang, apa monyet si?) gw pun selama nginep 3 hari di asrama ini gw sama Praja selalu bersama-sama dalam suka maupun duka.(lho,lho,lho?) ketika gw ma Praja (dibaca:prej) menuju ke asrama siswa-siswa yang lain melihat temen gw ini dengan tampang yang sangat aneh karena kepalanya yang botak dia bisa dibilang mirip dengan siswa yang sekolah di sini dan juga dia didukung dengan postur badannya yang besar. Dan kejadian aneh pun terjadi ketika dia berjalan ingin menuju ke bawah untuk membeli makanan karena mungkin dia sudah tak tahan lagi menahan rasa lapar yang telah menyerangnya. Otomatis dia pun akan melewati lantai 3,2 dan 1 dan otomatis juga dia pun akan bertemu dengan siswa-siswa yang sedang berada di dalam asrama tersebut. Ketika dia melewati lantai 3,tidak ada masalah yang terjadi. Lantai 2 pun dia lalui dengan mudah tanpa hambatan dan tanpa gangguan dari para tuyul-tuyul penghuni lantai 2 tersebut.(ni orang kayak lagi uji nyali aja). Naaah, pas ketika mau melewati turunan menuju ke lantai 1 si prej pun lewat ke bawah,dia berjalan perlahan(dengan gaya slow motion kayak di matrix) dia pun bertemu siswa penghuni asrama tersebut. Siswa tersebut tiba-tiba saja menaruhkan tangannya di pelipis matanya dengan tegap dan gagah perkasa siswa itu pun hormat kepada si Prej. Karena si Prej ini cukup agak jail juga dia pun menganggukkan kepalanya kepada siswa tersebut dan setelah siswa tersebut melihat sudah dianggukan tuh kepala Prej dia pun menyelesaikan hormatnya kepada si Prej. Setelah selesai melewati siswa tersebut si Prej pun di bawah hanya ketawa licik dengan cekikikan karena ada yang hormat kepadanya. Adat di sekolah ini memang seperti itu adek kelas akan hormat kepada abang kelas.(yang gw tau si baru segitu). Karena postur badan Prej yang cukup besar si adek kelas itu berpikir mungkin si Prej ini adalah kakak kelas makanya dia pun langsung hormat ke Prej tanpa ragu-ragu.

Sabtu, 23 April 2011

Maen Putsal

Kemaren baru aja gw ketemu sama temen-temen SMP yang biasa maen sama gw. Biasanya gw ma temen-temen ngumpul kalo kita mau maen futsal. Sampe kita buat klub futsal sendiri yang namanya DC. Jadi klub futsalnya temen-temen SMP semua isinya. Kemaren pas maen lawan temennya si mifta atau biasa dipanggil 'tapul' gabungan nama mifta dan ipul (nama bokapnya). Lawan yang gue lawan sama temen-temen ternyata maennnya sangat heroik banget. Pas tuh orang (kita sebut si baju ungu) itu membuat gol ke gawang tim gue dia berteriak sangat kenceng dengan histerisnya. HIIIIIIAAAAAAA. Begitu seterusnya walaupun bukan dia yang mencetak gol. Awalnya sih tim kita kalah 3-0. Panas dong gue si ungu teriak-teriak mulu pas maen. Yaudah gue langsung maen pas gol ketiga dan hasilnya gue dan temen-temen bisa seriin tuh skor. Setelah waktu bergulir terus dan si ungu terus teriak histeris kayak bencong dikejar satpol PP akhirnya tim gue menang dengan mudah. Akhir pertandingan gue sama anak-anak ngobrol (ga langsung balik soalnya ujan deres). Gue malah diengin sama temen - temen gue.

'Nang, lu dapet undangan ga?'
(pasang muka jelek karena malu) gue jawab' kagak'
(anak- anak pada ketawa semua)
'lu sekolah jauh- jauh trus mahal undangan aja ga dapet'
(terdiam sepuluh ribu bahasa + muka tambah jelek)

Gue langsung berpikir cepat. Kayaknya temen-temen gue pinter semua dah,dan gue kayaknya yang kurang pinter diantara mereka. Parah. Gue langsung buat tekad supaya bisa lebih diantara mereka. Kalo dipikir - pikir bener juga si apa kata temen-temen gue. Gue sekolah disana prestasi ga ada, undangan ga dapet, ma jadi apa gue nih tar gede. Terus ada yang nyeletuk lagi.

' Nang, lu kuliah dimana? ngambil jurusan apa?'
' (muka udah digantengin dikit,udah pede)
' IPB Kehutanan'
(ketawa lagi temen gue)
' Eh, lu tuh ngambil kehutanan IPB, Kehutanan tuh UGM bagusnya'
(muka gue yang udah digantengin jadi jelek seketika)

Yah begitulah kehidupan gue setelah dari sekolah berasrama yang beribet ini. Walaupun ribet tapi kayaknya gue banyak ngambil pelajaran kehidupan deh daripada pelajaran akademik kayak sekolah biasa. Ga tau kenapa ada yang beda aja. Sekarang gue juga udah mutusin supaya gue bisa masuk ke sekolah yang gue pengen dan sepertinya menggapai cita-cita itu lebih berat daripada ngebalikin telapak tangan kanan (yaiyalah). Jadi, saatnya gue harus berusaha menggapai cita-cita supaya Indonesia jadi lebih baik. Amin

Jumat, 22 April 2011

UN dan Pendidikan

Aduh udah berapa bulan gue ga ngeblog lagi. Muungkin karena gue tinggal di asrama jadi agak males ngurusin blog dan juga gue udah disibukin sama yang namanya Ujian Nasional. Parah banget dah emang yee. Untungnya UN gue sih lancar-lancar aja walaupun dibantu oleh temen-temen gue yang pinter-pinter (nyontek) juga. Mau bagaimaan lagi,ini sebuah tuntutan supaya gue bisa lulus sekolah sama temen-temen angkatan gue, jadi mau gamau harus bantu membantu. Gue juga masih bingung kenapa UN masih ada ya? Padahal tau sendirilah (anak SMA) UN tuh kayak gimana. Kayaknya emang buat nyari duid nih yee pemerintah. Bayangin aja, lulus sekolah ditentuin cuma 4 hari dari sekolah 3 tahun. Gue sering banget ngedenger cerita banyak siswa SMA yang gak lulus padahal dia anak pinter dan pernah juara olimpiade terus ngebanggain nama Indonesia tapi ga bisa lulus UN. Parah ga tuh?

Tolong dong pak mendiknas supaya gak ada lagi tuh yang namanya UN. Kalo ada ya, cuma ujian biasa aja dan yang nentuin lulus sekolah ya sekolah yang diikutin anak itu. Lagipula kalo ngomongin sistem pendidikan di Indonesia kayaknya udah rusak dah. Butuh revolusi pendidikan (kata yang gue kutip waktu kuliah umum sama anggota DPR Kang Mi'ing). Gue pengen banget jadi revolusioner pendidikan. Gue pengen ubah tuh pendidikan supaya Indonesia jadi lebih maju dibanding negara-negara lain. Atau ga gue bakalan jadi mendiknas suatu saat. Amin

Rabu, 29 Desember 2010

Demam Bola

Setelah mengetahui kemenangan Indonesia 2-1 atas Malaysia warga Indonesia kok malah sedih ya? bingung gue, ternyata eh ternyata Indonesia kalah agregat kawan-kawan dengan Malaysia. Oh tidak. Walaupun gitu gue tetep salut dah sama pendukung Indonesia walaupun Indonesia ga juara tapi mereka tetep sportif dan ga rusuh. Yang kasian tuh bokap gue dah pas nonton bareng-bareng di rumah. Dia ampe melototin tuh tipi saking gregetnya kali ya ama tuh pertandingan. Dah gitu, dia ampe ngasih jampe-jampe gitu pas si bambang nendang tendangan bebas. Dan pas kalah, bokap gue mukanya langsung kusut gitu dan gue sama nyokap ketawa-ketawa aje ngeliatin bokap yang mulai ga bener tingkahnya. Mungkin karena stress liat Indonesia kalah dia langsung keluar terus ngambil selang di depan rumah abis itu dia langsung deh nyiramin pot-pot bunga dan taneman yang ada di depan rumah gue untungnya bokap gue ga nyanyi garuda di dadakunya netral sambil teriak-teriak ga jelas bisa gawat itu mah. atPadahal tadi pagi tuh abis ujan dan dia masih sempet-sempetnya mau nyiramin tanaman. Haduuuh. Abis itu tiba-tiba bokap gue ngomong suruh gue ikut sekolah sepakbola dan gue setuju dan dia bilang lagi ke gue,
" tapi kamu tuh kurang tinggi dan udah tua umurnya"
gue jawab : emangnya tingginya si okto berapa?"ama mas juga sebahu mas.
bokap jawab : "iya tapi udah tua umurnya coba dari sd dulu
gue cuma terdiam dan dalem hati gue jawab : " yeee siapa suruh waktu masuk sma disuruh masuk sekolah Krida Nusantara yang semi militer bukan sekolah olahraga atau sepakbola"
langsung sedih gue. Padahal pengen banget gue tuh jadi atlet ape gitu. Gue langsung flashback nih waktu classmeet di sekolah gara-gara liat timnas. Gile kelas gue ampe masuk semi final. Serunya tuh pas gue sama temen-temen gue lawan kelas XI yang buat gengsi pertandingan jadi tinggi banget. Inilah pemain-pemain sepakbola masa depan.
Oke kita bisa liat dari kiri adalah penjaga gawang kedua kelas gue yang berminat menjadi striker. Kita bisa liat dari mukanya yang ragu-ragu jadi striker apa penjaga gawang karena dia selalu saja mengelus dan menggaruk kepalanya dikarenakan kutu yang suka ngumpul di kepalanya membuat dia menjadi bimbang untuk menjadi penjaga gawang. Dia berniat akan menjadi striker dan menyebarkan virus kutunya kepada pemain lawan. Tak tik yang cukup cerdik dari Seff. Lalu disebelahnya ada Rahadi yang biasa kita panggil kambing atau mbing ini, dia cukup mempunyai bulu yang sangat lebat di tubuhnya dan juga dia tidak segan-segan kepada lawan untuk menyeruduk lawannya karena dia berada di posisi bek atau bertahan dia juga suka membantu seff mengambil kutu-kutu yang ada di kepala seff dan juga mungkin dia akan sedikit mencicipi kutu yang ada di kepala seff. Walaupun matanya meram atau tidak melek dia masih bisa bermain dengan baik (kalo diliat liat kayak si gua dari gua hantu ya? ). Sebelahnya lagi adalah pemain cadangan yang sangat dibutuhkan dalam tim gue badannya cukup tinggi dan dia sangat bagus jadi striker dan terbukti ketika tim gue udah menang dan dia diturunin pada akhir-akhir dia (imam) bisa mencetak gol (walaupun satu doang). Si imam langsung lari ke bench tim gue teriak kesenengan bisa nyetak gol. Walaupun perannya kurang dibutuhkan tapi cukuplah buat menambah ramai suasana. Selanjutnya lagi, dia adalah chandraka. Dia menjadi kiper utama tim kelas gw dan dia telah melakukan sedikit penyelamatan dan dia juga telah melakukan banyak blunder (muji apa dukung nih??) pokoknya dia telah membantu tim sampai ke semi final. Nah, ini dia yang ditunggu-tunggu dialah pemain terbaik di tim yaitu Danang Alfriandi Legowo. Walaupun badannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil dia cukup lincah dan lihai dalam bermain bola,terbukti dia telah menyumbang 3 gol dalam 1 pertandingan. Hebat bukan? Wajahnya yang rupawan juga tidak kalah dengan irfan bachdim yang selalu dielu-elukan masyarakat Indonesia. Pokoknya the bestlah. Nah yang ini yang jagonya melebihi danang. Dia Vito biasa dipanggil lele karena kelicinannya dalam bermain bola dia mampu mengacak-ngacak pemain dan langsung mencetak gol dengan tendangan yang sangat keras. Hebatlah pokoknya. Dia juga terkenal licik karena kalo dia lagi gocek dia melewati pemain lalu dia suka menjatuhkan dirinya sendiri padahal ga diapa-apain dan dia mendapatkan tendangan bebas. Hebat bukan taktiknya? Sebenernya ada 2 lagi pemain. Yaitu agung dan dwi fahri.
Agung
badannya cukup besar dan tegap dia terlihat keren sekali dengan fotonya yang membawa senapan (boongan) dia dengan sigapnya akan melawan serangan dari lawan terutama dia sangat diandalkan di bola-bola atas. Awalnya sih dia menjadi striker tunggal tapi karena dia kurang cerdik dan baik atau bisa dibilang cukup jelek akhirnya dia digantiin sama Danang yang lebih lincah dan cepat (selalu muji diri sendiri). Hati-hati dengan Agung,karena dia akan mengikuti lawannya kemanapun dia pergi terbukti waktu pertandingan dia ngikutin pemain sampe ke bangku cadangan padahal ternyata pemain tersebut lagi diganti, untungnya dia ga ngajak ngobrol tuh lawan sampe bangku cadangan,bisa berabe nanti. Nah yang ini nih

tuh liat kurang keren apa temen gue yang satu ini. Dia Dwi Fahri. Mantep kan. Udah kaya bintang model celana dalem 'rider' ya? Kalo diasrama dia selalu berharap kayak gitu tuh gatu dah kenapa. Dia pengen banget jadi bintang atau model celana dalem merek terkenal. Back to topic. Dia juga awalnya jadi striker sama si agung tapi karena (lagi lagi) gue yang lebih hebat dan cepat dan sigap ini menyingkirkan posisinya jadi striker dan gue langsung dijadiin striker tunggal. Hebat bukan? (padahal itu kemauan gue sendiri). Dia gerakannya sangat cepat terbukti pas lawan kelas X dia nyetak 5 gol. WOW? Mantap kan?
Jadi buat PSSI dimohon kesediaannya untuk melirik kami supaya direkrut gitu jadi timnas Indonesia. Sukur-sukur jadi anak gawang juga gapapa dah yang penting mah bisa masuk timnas gitu pak. Ditunggu ya kabar dari pa Nurdin Halid (yang katanya mau dirturunin sama masyarakat tapi masih tetep bertahan). Kasian.