Aku akan pergi kesana
Loh, mengapa tidak kesini?
Aku tidak bisa
Kesini bersamaku?
Aku tidak kesini, aku kesana
Lalu?
Sampai bertemu di tempat yang sama
Senin, 23 Maret 2015
Minggu, 01 Maret 2015
Isyarat Rindu
Sekarang aku akan pergi
Besok kita jumpa
Di tempat yang kita janjikan
Di belakang laut
Di depan hutan
Temui aku di tengahnya
Pergilah di siang hari
Karena matahari akan menuntunmu
Beristirahatlah saat malam tiba
Bulan dan bintang akan mengobati lelahmu
Bangunlah di pagi hari
Dinginnya air akan menghidupkanmu
Berjalanlah
Saat kau merasa masih jauh
Berlarilah
Saat kau merasa sudah dekat
Berhentilah
Saat kau merasa sia - sia
Jangan temui aku di siang hari
Kau hanya akan menemukan bayanganku
Jangan temui aku di malam hari
Hanya jejakku yang akan kau temui
Jangan temui aku di pagi hari
Karena aku baru saja beranjak
Temui aku di senja
Dimana langit berganti warna
Saat matahari pura - pura tiada
Dan bulan seakan bercahaya
Berhentilah
Kau tidak akan sia - sia
Selasa, 17 Februari 2015
Berpikir Sejenak (2)
Di negara maju sudah berpikir bagaimana asal mula adanya kehidupan. Dari teori big bang hingga teori evolusi yang penuh dengan kontroversi. Hingga seorang scientist berpendapat bahwa "tubuh kita adalah sebuah galaksi mini."
Disini, di negaraku masih berpikir bagaimana menjadi seorang penguasa. Dari kepala desa hingga kepala negara. Hingga seorang scientist berpendapat bahwa "tubuh kita adalah sebuah galaksi mini."
Seluas itukah pemikiran seseorang yang berada di negara maju? Sesempit itukah pemikiran di negaraku ini?
Bukankah kita semua sama. Diciptakan dengan dibekali akal bukan insting.
Hidup terlalu singkat untuk mencari kuasa, terlalu lama untuk berkuasa.
Hampir jutaan tahun untuk bumi berubah sampai sekarang ini. Berbagai kehancuran dan kerusakan pernah ia alami. Pernahkah kita berpikir? Berapa lama kita bisa berubah? Menerima kekalahan dan keterpurukan untuk bangkit lalu maju ke depan.
Bukankah seorang scientist pernah bilang bahwa "tubuh kita adalah sebuah galaksi mini"
Lalu sesulit itukah?
Disini, di negaraku masih berpikir bagaimana menjadi seorang penguasa. Dari kepala desa hingga kepala negara. Hingga seorang scientist berpendapat bahwa "tubuh kita adalah sebuah galaksi mini."
Seluas itukah pemikiran seseorang yang berada di negara maju? Sesempit itukah pemikiran di negaraku ini?
Bukankah kita semua sama. Diciptakan dengan dibekali akal bukan insting.
Hidup terlalu singkat untuk mencari kuasa, terlalu lama untuk berkuasa.
Hampir jutaan tahun untuk bumi berubah sampai sekarang ini. Berbagai kehancuran dan kerusakan pernah ia alami. Pernahkah kita berpikir? Berapa lama kita bisa berubah? Menerima kekalahan dan keterpurukan untuk bangkit lalu maju ke depan.
Bukankah seorang scientist pernah bilang bahwa "tubuh kita adalah sebuah galaksi mini"
Lalu sesulit itukah?
Senin, 16 Februari 2015
Muak
Mereka yang membakar uang
Merelakan si 4 bulan menghirup harumnya uang terbakar
Mengiris kertas bergambar bung karno dan bung hatta
Hanya untuk membuncitkan perut yang kekenyangan
Memamerkan kejayaan
Keprihatinan hanyalah prihatin
Amuk..
Setiap pendapat adalah kebenaran
Lain pendapat adalah kesalahan
Semua benar
Semua salah
Muka..
Kesan pertama selalu mengesankan
Membunuh karakter itu yang utama
Biarkan figuran yang bermain di depan
Tokoh utama dibelakang layar
Kamu..
Seperti cuaca sekarang ini
Tidak menentu dan tidak akan pernah tahu
Senin, 09 Februari 2015
Beranjak
Lembar - lembar berserakan
Daun - daun berguguran
Matahari tenggelam
Sunyi mencekam
Mulai beranjak pergi
Kursi goyangnya terus bergoyang
Lalu di bawah rindangnya malam
Ia bersandar
Kemana lagi harus pergi
Daun - daun berterbangan
Dihempas derasnya angin
Menuju kemana ia tak tahu
Lembar - lembar berguguran
Mencari kemana ia tak tahu
Terus berjalan di tengah kesunyian
Berharap matahari bersinar
Menghidupkan daun - daun yang gugur
Di kesunyian ia bersandar
Kemana lagi harus mencari
Kursi goyangnya mulai berhenti
Daun - daun berguguran
Matahari tenggelam
Sunyi mencekam
Mulai beranjak pergi
Kursi goyangnya terus bergoyang
Lalu di bawah rindangnya malam
Ia bersandar
Kemana lagi harus pergi
Daun - daun berterbangan
Dihempas derasnya angin
Menuju kemana ia tak tahu
Lembar - lembar berguguran
Mencari kemana ia tak tahu
Terus berjalan di tengah kesunyian
Berharap matahari bersinar
Menghidupkan daun - daun yang gugur
Di kesunyian ia bersandar
Kemana lagi harus mencari
Kursi goyangnya mulai berhenti
Senin, 02 Februari 2015
Dingin
Dingin..
Mengapa bisa ada dingin?
Lalu kemana perginya panas?
Bahkan matahari pagi pun tidak bisa menggantikan dinginnya pagi
Dingin..
Aku butuh kehangatan
Aku mencari tapi yang kutemui hanyalah api
Api dapat menghangatkan tapi mengerikan
Aku tak ingin terbuai
Dimana panas?
Aku kedinginan
Di setiap pagi dingin selalu menghampiri
Malam mendinginkan semesta
Panas pun tak kunjung tiba
Terpaksa aku mencari api
Perlahan api menghangatkan dan menghilangkan dingin
Aku terbuai
Aku meleleh dan mencair dibuatnya
Dan api pun menghilang begitu saja
Mengapa bisa ada dingin?
Lalu kemana perginya panas?
Bahkan matahari pagi pun tidak bisa menggantikan dinginnya pagi
Dingin..
Aku butuh kehangatan
Aku mencari tapi yang kutemui hanyalah api
Api dapat menghangatkan tapi mengerikan
Aku tak ingin terbuai
Dimana panas?
Aku kedinginan
Di setiap pagi dingin selalu menghampiri
Malam mendinginkan semesta
Panas pun tak kunjung tiba
Terpaksa aku mencari api
Perlahan api menghangatkan dan menghilangkan dingin
Aku terbuai
Aku meleleh dan mencair dibuatnya
Dan api pun menghilang begitu saja
Kamis, 22 Januari 2015
Sejalan
Setiap orang mempunyai jalannya masing - masing untuk menuju kemana mereka akan menikmati kehidupan di dunia. Jika di persimpangan jalan kamu menemukan seseorang yang sejalan denganmu, mungkin ia akan menjadi teman hidupmu.
Langganan:
Postingan (Atom)