Senin, 16 Februari 2015

Muak

Mereka yang membakar uang
Merelakan si 4 bulan menghirup harumnya uang terbakar
Mengiris kertas bergambar bung karno dan bung hatta
Hanya untuk membuncitkan perut yang kekenyangan
Memamerkan kejayaan
Keprihatinan hanyalah prihatin

Amuk..
Setiap pendapat adalah kebenaran
Lain pendapat adalah kesalahan
Semua benar
Semua salah

Muka..
Kesan pertama selalu mengesankan
Membunuh karakter itu yang utama
Biarkan figuran yang bermain di depan
Tokoh utama dibelakang layar

Kamu..
Seperti cuaca sekarang ini
Tidak menentu dan tidak akan pernah tahu


Senin, 09 Februari 2015

Beranjak

Lembar - lembar berserakan
Daun - daun berguguran
Matahari tenggelam
Sunyi mencekam

Mulai beranjak pergi
Kursi goyangnya terus bergoyang
Lalu di bawah rindangnya malam
Ia bersandar
Kemana lagi harus pergi

Daun - daun berterbangan
Dihempas derasnya angin
Menuju kemana ia tak tahu

Lembar - lembar berguguran
Mencari kemana ia tak tahu

Terus berjalan di tengah kesunyian
Berharap matahari bersinar
Menghidupkan daun - daun yang gugur

Di kesunyian ia bersandar
Kemana lagi harus mencari
Kursi goyangnya mulai berhenti

Senin, 02 Februari 2015

Dingin

Dingin..
Mengapa bisa ada dingin?
Lalu kemana perginya panas?
Bahkan matahari pagi pun tidak bisa menggantikan dinginnya pagi

Dingin..
Aku butuh kehangatan
Aku mencari tapi yang kutemui hanyalah api
Api dapat menghangatkan tapi mengerikan
Aku tak ingin terbuai

Dimana panas?
Aku kedinginan
Di setiap pagi dingin selalu menghampiri

Malam mendinginkan semesta
Panas pun tak kunjung tiba
Terpaksa aku mencari api

Perlahan api menghangatkan dan menghilangkan dingin
Aku terbuai
Aku meleleh dan mencair dibuatnya
Dan api pun menghilang begitu saja

Kamis, 22 Januari 2015

Sejalan

Setiap orang mempunyai jalannya masing - masing untuk menuju kemana mereka akan menikmati kehidupan di dunia. Jika di persimpangan jalan kamu menemukan seseorang yang sejalan denganmu, mungkin ia akan menjadi teman hidupmu.

Minggu, 14 Desember 2014

Berpikir Sejenak



Pernah terpikir kenapa dilahirkan di bumi kenapa tidak di planet lain yang mungkin nanti wujud kita bukan manusia melainkan alien yang ada di imajinasi atau yang biasa kita lihat di imajinasi orang lain yang dituangkan melalui film. Semua tampak sama, manusia. Manusia terlahir dari seorang wanita tangguh, sabar, kuat dan pemberani. Mereka terlihat sama saja saat lahir. Seorang bayi. Bayi yang tidak akan pernah tau nantinya akan menjadi seorang yang memberi pengaruh atau memberi keruh.
Setiap orang terlahir di tempat berbeda, jikalau memang sama, mereka terpisah antar ruang atau inkubator. Bentuk tubuh saat lahir pun berbeda, ada yang sempurna dan tidak tapi mereka tetap sama, bayi.
Mengapa di dalam hidup selalu muncul perbedaan dan lawan. Bahkan yang terlahir sebagai kembar siam identik pun memiliki perbedaan walaupun tampak sama. Sebegitu sempurnakah Sang Pencipta? Sedetail itukah? Hingga manusia paling teliti pun akan menemui kesalahannya. Apakah manusia diciptakan untuk membuat sebuah perbedaan? Ataukah manusia diciptakan untuk membuat sebuah akhir?
Mungkin ini adalah pemikiran terakhir yang membuat saya semakin yakin dengan adanya Tuhan. Jika memang hidup ini ada akhirnya dan ada surga dan neraka lalu apa yang kita lakukan selama kita disana? Keabadian yang mungkin banyak orang dambakan dengan paras rupawan dan tubuh ideal lalu kita tidak akan pernah mati. Banyak manusia yang berharap keabadian itu. Lalu, di keabadian nanti kita akan hidup damai yang didambakan seluruh manusia di bumi.
Tapi, bukankah manusia itu tidak pernah merasa puas dengan segala hal? Apakah dengan ketidakpuasan itu manusia bisa menjadi damai? bukankah manusia selalu suka dengan tantangan baru? Hal – hal baru? Keluar yang dinamakan zona nyaman dan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Bukankah manusia seperti itu? Makhluk yang tidak pernah puas. Mungkinkah di keabadian nanti akan ada persaingan dan kerusuhan karena kebosanan yang mereka alami di zona nyaman mereka?

Saya bersyukur saya selalu ingat Tuhan saya dan saya bersyukur saya dapat berpikir dengan bebas. Lalu bisa kembali lagi ke awal kemana saya harus berpijak dan melangkah di jalan yang sudah jelas kemana saya harus melangkah.

Selasa, 28 Oktober 2014

Musim Hujan Kembali

Kau datang kembali
Sayangnya kau telat
Seharusnya bulan lalu kau tiba
Tapi kau malah tiba di bulan ini
Aku sudah menantimu
Cerita apa yang akan kau berikan hujan

Bercerita tentang banjir
Atau penyakit
Cerita tentang gadis payung
Atau gadis teduh

Aku lebih memilih gadis teduh

Dia gadis teduh
Setiap musim hujan ia berteduh di bawah pohon beringin yang rindang
Setiap jam 5 senja di waktu hujan
Sendiri
Menanti transportasi yang mau dinaiki

Banyak orang lalu lalang berpayung
Tapi tidak ada yang menghiraukan si gadis teduh
Ia tetap berteduh
Menanti transportasi yang mau dinaiki

Setiap jam 5 senja ia selalu disana
Menanti musim berganti
Yang pada akhirnya hujan tidak mampu bercerita lagi

Rabu, 08 Oktober 2014

Manusia Bertanduk

Ada manusia bertanduk
Seruduk sana seruduk sini
Menghantam yang mengganggu
Siapapun
Matanya dibutakan oleh tanduk
Tunduk tanduk

Manusia bertanduk hanya bisa menggangguk
Angguk sana angguk sini
Seperti guk guk

Ada yang tanduk asli juga ada yang diberi
Tanduk bongkar pasang
Tidak ada yang tahu
Yang penting mempunyai tanduk
Ada yang mengganggu, seruduk!

Merunduk lalu menanduk
Yang bertanduk berkuasa
Tidak punya tanduk harus tunduk
Tidak tunduk, seruduk!

Ingin punya tanduk?
Tunduk!