Aku berjalan sendiri
Di tengah malam bersama sunyi
Di ujung sana aku mulai menari
Menikmati alunan lagu rembulan
Bersama malam aku tidak sendiri
Gelap yang pekat seakan mengikatku
Aku dilahap oleh kegelapan malam
Adakah cahaya yang menyinari?
Aku mulai berlari
Malam gelap yang pekat
Tidak pernah lelap untuk mengikat
Aku mulai bermimpi
Mengapa mereka tidak suka kegelapan
Bersamanya sungguh menyenangkan
Walaupun kau akan dibutakan
Bukankah itu lebih baik daripada melihat?
Melihat kesengsaraan
Melihat kemunafikan
Melihat kebohongan
Melihat kemaluan
Melihat ketidakpastian
Dan kau hanya melihat?
Selasa, 25 Februari 2014
Sabtu, 08 Februari 2014
Sepucuk Surat Di Bawah Pintu
Ada sepucuk surat di bawah pintu
Berwarna cokelat gelap
Baunya tidak seperti surat yang baru dibeli
Seperti bau kaleng yang berkarat
Bukan bau kertas
Ada sebuah rindu yang ditulis
Kata-kata yang tidak dimengerti
Tapi dapat aku rasa
Ada sebuah guyonan yang ditulis
Tapi aku menangis
Terlintas kenangan manis
Dalam sebuah kata yang berbaris
Sudah terlalu lama
Sangat lama
Biarlah surat ini berada di atas meja
Agar setiap saat dapat aku baca
Atau dibawa pergi oleh angin yang meninggalkan kenangan
Berwarna cokelat gelap
Baunya tidak seperti surat yang baru dibeli
Seperti bau kaleng yang berkarat
Bukan bau kertas
Ada sebuah rindu yang ditulis
Kata-kata yang tidak dimengerti
Tapi dapat aku rasa
Ada sebuah guyonan yang ditulis
Tapi aku menangis
Terlintas kenangan manis
Dalam sebuah kata yang berbaris
Sudah terlalu lama
Sangat lama
Biarlah surat ini berada di atas meja
Agar setiap saat dapat aku baca
Atau dibawa pergi oleh angin yang meninggalkan kenangan
Sabtu, 18 Januari 2014
Pelukis
Disaat ulang tahunmu nanti aku ingin menghadiahimu sebuah lukisan yang berasal dari fotomu yang aku ambil secara diam-diam. Aku akan meminta pelukis itu melukis wajahmu dengan indah.Lalu aku akan mengirimnya menggunakan kantor pos dengan tenggat waktu selama 3 hari walaupun aku mampu membayar untuk dikirim dalam sehari. Walaupun kita masih satu kota.
Disaat kamu menerima paket lukisanmu itu, akan aku selipkan sebuah kartu ucapan untukmu. Tentunya ucapan selamat ulang tahun terlebih dulu.
Dear,
"Aku hanya bisa menghadiahimu sebuah lukisan berlukis dirimu yang telah aku mintai tolong seorang pelukis untuk melukis wajahmu yang indah. melalui fotomu yang cantik, aku ambil secara diam-diam tanpa dirimu tahu. Kalau ingin lebih romantis lagi seharusnya aku yang melukis wajahmu, tapi apadaya tangan ini tak mampu melukis wajahmu yang indah seperti matahari pagi terbit di ufuk timur yang datang untuk menghangatkan kembali disaat malam dingin yang gelap menusuk kulit hingga menggigil. Aku tidak mampu melukis wajahmu karena yang aku tahu, seindah apapun lukisan atau gambar tentang dirimu tiada yang lebih indah selain dirimu yang nyata. Aku tahu pelukis itu juga butuh waktu lama untuk melukis wajahmu karena dia tidak ingin melakukan kesalahan sekecilpun. Jikalau aku memang seorang pelukis handal, jika harus melukis wajahmu, aku tidak akan mampu walaupun harus melukis dalam waktu 100 tahun. Lukisan itu tidak bisa mewakilimu yang nyata, yang indah, yang meneduhkan. Tidak akan bisa."
Selamat ulang tahun.
Disaat kamu menerima paket lukisanmu itu, akan aku selipkan sebuah kartu ucapan untukmu. Tentunya ucapan selamat ulang tahun terlebih dulu.
Dear,
"Aku hanya bisa menghadiahimu sebuah lukisan berlukis dirimu yang telah aku mintai tolong seorang pelukis untuk melukis wajahmu yang indah. melalui fotomu yang cantik, aku ambil secara diam-diam tanpa dirimu tahu. Kalau ingin lebih romantis lagi seharusnya aku yang melukis wajahmu, tapi apadaya tangan ini tak mampu melukis wajahmu yang indah seperti matahari pagi terbit di ufuk timur yang datang untuk menghangatkan kembali disaat malam dingin yang gelap menusuk kulit hingga menggigil. Aku tidak mampu melukis wajahmu karena yang aku tahu, seindah apapun lukisan atau gambar tentang dirimu tiada yang lebih indah selain dirimu yang nyata. Aku tahu pelukis itu juga butuh waktu lama untuk melukis wajahmu karena dia tidak ingin melakukan kesalahan sekecilpun. Jikalau aku memang seorang pelukis handal, jika harus melukis wajahmu, aku tidak akan mampu walaupun harus melukis dalam waktu 100 tahun. Lukisan itu tidak bisa mewakilimu yang nyata, yang indah, yang meneduhkan. Tidak akan bisa."
Selamat ulang tahun.
Senin, 13 Januari 2014
Aku : Tua
Tubuh lemah dan bulu di ketiak
mulai hilang dan rambut hitam ini mulai memutih. Anak-anak mulai memanggil Aku
“Kakek”. Aku berjalan sangat lamban dibanding anak-anak itu. Mereka sangat
lincah dan gesit. Mengingatkanku saat kecil dulu. Aku mulai lamban berpikir dibanding orang dewasa itu. Dia
sangat pintar dan cerdas. Mengingatkanku saat dewasa dulu. Aku melamban. Begitu juga metabolism tubuh ini. Aku
sadar! Kini aku siap…
Aku : Dewasa
Bulu lebat menyelimuti diantara
bibir dan hidung. Tidak hanya disitu saja tapi di ketiak juga. Membuatku harus
membeli deodorant agar kemejaku tidak basah di bagian ketiak. Bangun di pagi
hari lalu kembali istirahat di malam hari bahkan tengah malam dan kadang dini
hari. Aku mulai sering berpikir hingga terkadang aku stress. Aku rindu masa
kanak-kanak. Ketika Ibu mulai memarahi karena aku tidak mau tidur siang. Disaat
Aku menangis karena berada jauh dari Ibu. Kini aku tidak merasakan itu (lagi).
Aku harus siap menjadi tua. Sadarkah Aku?
Minggu, 12 Januari 2014
Aku : Remaja
Semuanya mengalami perubahan dari
ujung rambut hingga ujung kaki. Perubahan yang tanpa disadari berubah. Entah
siapa yang mengubah tapi perubahan ini berubah begitu saja. Tubuh ini meninggi
dan suara ini lebih menggema. Bulu halus mulai tumbuh diantara hidung dan
bibir. Ini yang Aku dambakan ketika masa kanak-kanak. Tapi aku ingin kembali
menjadi kanak-kanak. Disaat tidak harus malu ketika pipis di celana,
menangis karena jatuh dari sepeda dan berlari bahagia ketika hujan datang dan
bermain bersama. Tidak perlu banyak berpikir, hanya bermain dan
bersenang-senang. Itulah kanak-kanak yang aku rindukan. Kini aku harus berpikir
bagaimana menjadi dewasa. Sadarkah Aku?
Senin, 06 Januari 2014
Hujan Jangan Berhenti
hujan turun tiada henti
sampai malam menjadi sunyi
tiada orang disini
menunggu sampai mati
kapan hujan berhenti?
disaat kesunyian menjadi ramai
oleh harumnya bangkai
di bibir sungai
hujan menyembunyikan harumnya
terbawa oleh tetesan hujan yang jatuh ke sungai
langit gelap tanpa bintang dan bulan
cahaya alam sedang bersembunyi
hujan telah berhenti
harumnya menyeruak tajam
menusuk hidung hingga ke otak
binatang berdatangan menghampiri
menghabisi setiap inci
perlahan harumnya mulai pergi
tanda tidak akan kembali
sampai malam menjadi sunyi
tiada orang disini
menunggu sampai mati
kapan hujan berhenti?
disaat kesunyian menjadi ramai
oleh harumnya bangkai
di bibir sungai
hujan menyembunyikan harumnya
terbawa oleh tetesan hujan yang jatuh ke sungai
langit gelap tanpa bintang dan bulan
cahaya alam sedang bersembunyi
hujan telah berhenti
harumnya menyeruak tajam
menusuk hidung hingga ke otak
binatang berdatangan menghampiri
menghabisi setiap inci
perlahan harumnya mulai pergi
tanda tidak akan kembali
Langganan:
Postingan (Atom)