menjadi api merah menyala
membakar tiap benda yang disentuh
tapi terlalu panas untuk menjadi api
menjadi air biru terang
membasahkan tiap benda yang disentuh
tapi terlalu dingin untuk menjadi air
menjadi udara yang tidak berwarna
menghembus tiap benda yang disentuh
tapi tidak ada yang mau melihat
menjadi tanah cokelat
menahan tiap benda yang berpijak
tapi terlalu lemah untuk bertahan
menjadi bintang berkelip
berkelap kelip di setiap malam
meramaikan alam semesta
tapi terlalu luas untuk meramaikan semesta
menjadi matahari yang bersinar
menghangatkan di setiap pagi
memanaskan di setiap siang
meneduhkan di setiap senja
tapi itu terlalu sempurna
menjadi lebah kuning yang menyengat
menghisap nektar dan bunga berkembang
membuat sarang dan madu
tapi hidup terlalu singkat untuk menjadi lebah
lalu harus menjadi apa?
apa aku harus menjadi?
jadi apa aku?
apa aku jadi?
Senin, 14 Oktober 2013
Senin, 07 Oktober 2013
Tiap Pagi
Ditemani dinginnya malam
Aku terbangun
Mengambil selimut lalu tidur lagi
Dijumpai hangatnya pagi
Aku bangun
Melempar selimut lalu diam
Berpikir dengan mata masih tertutup
Entah apa yang dipikirkan
Kepala tertunduk
Bingung mau melakukan apa
Apa yang harus dilakukan?
Melanjutkan tidur atau melanjutkan bangun
Jika tidur, aku akan bermimpi indah
Jika bangun, aku akan menjalani hidup yang berat
Bermimpi indah pilihan yang bagus
Bangun dan menjalani hidup pilihan yang sulit
Mengapa selalu ada 2 pilihan?
Seperti baik dan buruk, tinggi dan pendek
Saya terlalu banyak berpikir
Hingga sinarnya mulai memaksa masuk lewat jendela kamar
Kamar yang gelap menjadi sedikit terang
Aku masih berpikir sambil menatapi sinar itu
Tiap pagi
Aku terbangun
Mengambil selimut lalu tidur lagi
Dijumpai hangatnya pagi
Aku bangun
Melempar selimut lalu diam
Berpikir dengan mata masih tertutup
Entah apa yang dipikirkan
Kepala tertunduk
Bingung mau melakukan apa
Apa yang harus dilakukan?
Melanjutkan tidur atau melanjutkan bangun
Jika tidur, aku akan bermimpi indah
Jika bangun, aku akan menjalani hidup yang berat
Bermimpi indah pilihan yang bagus
Bangun dan menjalani hidup pilihan yang sulit
Mengapa selalu ada 2 pilihan?
Seperti baik dan buruk, tinggi dan pendek
Saya terlalu banyak berpikir
Hingga sinarnya mulai memaksa masuk lewat jendela kamar
Kamar yang gelap menjadi sedikit terang
Aku masih berpikir sambil menatapi sinar itu
Tiap pagi
Senin, 30 September 2013
Tukang Mimpi
Saya pernah bermimpi kalau saya akan menjadi tentara dengan pangkat jendral
Saya juga pernah bermimpi saya menjadi pengusaha restoran
Saya bermimpi lagi kalau saya akan menjadi pemain badminton profesional
Saya terus bermimpi kalau suatu saat saya akan punya rumah besar seluas 1 hektar
Saya suka sekali bermimpi
Bermimpi apa yang akan terjadi nanti
Di setiap malam saya selalu bermimpi
Bermimpi itu gratis
Tidak perlu bayar kepada siapapun
Tidak perlu meminta
Tidak perlu memberi
Lupakan masa kini
Lupakan masa lalu
Bermimpi untuk masa depan
Menikmati mimpi
Setiap hari bermimpi
Tidak perlu aksi maupun teori
Hanya bermimpi
Kini ataupun nanti
Tetap bermimpi
Besok atau lusa
Bermimpi saja
Tukang mimpi
Namanya juga tukang
Akan terus jadi tukang
Mimpinya akan terus ditukangi
Mimpi...
Saya juga pernah bermimpi saya menjadi pengusaha restoran
Saya bermimpi lagi kalau saya akan menjadi pemain badminton profesional
Saya terus bermimpi kalau suatu saat saya akan punya rumah besar seluas 1 hektar
Saya suka sekali bermimpi
Bermimpi apa yang akan terjadi nanti
Di setiap malam saya selalu bermimpi
Bermimpi itu gratis
Tidak perlu bayar kepada siapapun
Tidak perlu meminta
Tidak perlu memberi
Lupakan masa kini
Lupakan masa lalu
Bermimpi untuk masa depan
Menikmati mimpi
Setiap hari bermimpi
Tidak perlu aksi maupun teori
Hanya bermimpi
Kini ataupun nanti
Tetap bermimpi
Besok atau lusa
Bermimpi saja
Tukang mimpi
Namanya juga tukang
Akan terus jadi tukang
Mimpinya akan terus ditukangi
Mimpi...
Rabu, 25 September 2013
Saling Menunggu
aku menunggu di barat
kamu menunggu di timur
aku menunggu di selatan
kamu menunggu di utara
aku menunggu di pagi hari
kamu menunggu di dini hari
aku tertidur
kamu pun terlelap
mengapa aku tidak bicara?
mengapa kamu tidak berucap?
bukankah aku yang menunggumu?
bukankah kamu yang ditunggu?
mengapa kamu tidak beranjak
menapaki jalan setapak
haruskah aku yang berjalan
menyelami jalan menuju kesana
aku hanya diam menunggu
menunggu sebuah kata yang terucap
tapi kamu pun seperti itu
saling menunggu
kamu menunggu di timur
aku menunggu di selatan
kamu menunggu di utara
aku menunggu di pagi hari
kamu menunggu di dini hari
aku tertidur
kamu pun terlelap
mengapa aku tidak bicara?
mengapa kamu tidak berucap?
bukankah aku yang menunggumu?
bukankah kamu yang ditunggu?
mengapa kamu tidak beranjak
menapaki jalan setapak
haruskah aku yang berjalan
menyelami jalan menuju kesana
aku hanya diam menunggu
menunggu sebuah kata yang terucap
tapi kamu pun seperti itu
saling menunggu
Senin, 23 September 2013
bulan, pohon, matahari
bulan sudah bosan
matahari, terlalu panas
mengapa tidak pohon?
hijau, teduh dan menyejukkan
mereka kadang diabaikan
bulan memang indah tapi hanya sebatas indah
matahari menyinari bumi
menghangatkan dinginnya pagi
pohon yang hijau
melindungi sinar matahari yang panasnya sudah berbahaya
di bawah pohon melihat bulan
sambil mengumpat takut ketahuan
malu dengan bulan
segan dengan matahari
pohon menjadi saksi
hanya mengumpat tak berani berucap
bulan memang indah
matahari benar - benar menghangatkan
pohon meneduhkan
dibawah pohon yang teduh disirami cahaya matahari
hangat dan sejuk menyatu
dibawah pohon mengintip bulan
cahayanya tidak menghangatkan tapi merindukan
kini aku mengerti
matahari, terlalu panas
mengapa tidak pohon?
hijau, teduh dan menyejukkan
mereka kadang diabaikan
bulan memang indah tapi hanya sebatas indah
matahari menyinari bumi
menghangatkan dinginnya pagi
pohon yang hijau
melindungi sinar matahari yang panasnya sudah berbahaya
di bawah pohon melihat bulan
sambil mengumpat takut ketahuan
malu dengan bulan
segan dengan matahari
pohon menjadi saksi
hanya mengumpat tak berani berucap
bulan memang indah
matahari benar - benar menghangatkan
pohon meneduhkan
dibawah pohon yang teduh disirami cahaya matahari
hangat dan sejuk menyatu
dibawah pohon mengintip bulan
cahayanya tidak menghangatkan tapi merindukan
kini aku mengerti
Senin, 16 September 2013
Memberi
rasa lelah kaki ini selalu terbayar dengan tangan ini
keringat yang menetesi jalan sudah hafal rasanya
semakin hari semakin manis
ini bukan kencing manis tapi keringat
mereka berebut menunggu ku lewat
menunggu keringat yang jatuh melewati dahi lalu ke pelipis dan jatuh ke pipi dengan cepat lalu menuju ujung dagu
keringat itu menggantung sebentar di ujung dagu lalu jatuh akibat sedikit goyangan kepala
rasa lelah dan umur tidak bisa kompromi
seandainya umur terus berjalan tapi tubuh tidak menua
seandainya menua bisa menjadi memuda
biarkan umur ini menua tapi organ tetap muda
walaupun lelah mengayuh akan terus kukayuh sampai tubuh merengek untuk berhenti
bukan hanya untuk diri ini tapi untuk kamu, dia, mereka dan kalian
hanya seadanya tidak bisa semuanya
hanya beberapa tidak bisa semuanya
tidak perlu diberi cukup memberi
malu menjadi miskin
sombong menjadi kaya
sedih menjadi miskin
bahagia menjadi kaya
merasa tak berguna
hidup apa adanya
merasa berguna
hidup berusaha
merasa diguna-guna
hidup dengan dukun
mati miskin atau mati kaya?
mati berguna atau mati sia-sia?
miskin hati atau kaya hati?
miskin guna atau kaya guna?
memilih atau dipilih?
memberi atau diberi?
inspired by : a picture of Bai Fang Li
Minggu, 07 Juli 2013
Langganan:
Postingan (Atom)